MANUSIA DALAM RUANG DAN WAKTU

BAB 1

MANUSIA DALAM RUANG DAN WAKTU

 

A.   Pengertian Sejarah

 

      

(Sumber: www.wikipedia.com)


Sejarah (bahasa Yunani: στορία, historia, yang berarti "penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian") adalah studi tentang masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa ini. Istilah ini mencakup kosmik, geologi, dan sejarah makhluk hidup, tetapi seringkali secara umum diartikan sebagai sejarah manusia. Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut Prasejarah.

Kata sejarah itu sendiri berasal dari bahasa Arab 'syajaratun' yang berarti pohon kayu yang bercabang-cabang. Pohon kayu yang bercabang-cabang diibaratkan sebagai sejarah karena sejarah berkembang dari satu titik kejadian bercabang ke titik kejadian yang lain yang saling berhubungan. Pohon yang bercabang-cabang juga diibaratkan sebagai suatu silsilah keturunan dari suatu individu, raja atau orang-orang penting pada masa lampau. Sedangkan dalam bahasa Jawa, sejarah diistilahkan sebagai 'babad' yang berarti riwayat dan sejarah. Kata 'babad' juga bisa berarti memotong tumbuhan dengan pisau sehingga terang. Begitulah fungsi sejarah, mengurai kejadian di masa lalu sehingga jelas dan terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

 

    Pengertian Sejarah menurut para ahli :

1.   Herodotus

   Sejarah bukan berkembang dan bergerak lurus ke depan dengan tujuan yang pasti, melainkan melingkar, yang tinggi rendahnya disebabkan oleh keadaan manusia.

2.   Ibnu Khaldun (1332-1406)
Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.

3.   Sartono Kartodirjo

Sejarah dibatasi oleh dua hal, sejarah dalam arti objektif dan subjektif. Secara objektif, menunjuk pada peristiwa atau kejadian itu sendiri. Secara subjektif, sejarah yang telah ditulis sejarawan.

4. Moh. Yamin

Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari berbagai peristiwa yang dapat dibuktikan kebenarannya.

 

Jika kita simpulkan, sejarah adalah rekonstruksi peristiwa masa lalu (bersifat penting, abadi, dan unik) yang benar-benar terjadi dan berisi segala kegiatan manusia. Rekonstruksi tersebut berasal dari hasil kesimpulan data-data yang telah teruji.

 

  Dalam pengertian sejarah, sejarah memiliki tiga unit kajian sejarah yaitu :

1.   Sejarah lokal


           

(sumber: www.wikiedia.com)


Sejarah lokal adalah proses perkembangan keaktifan kemanusiaan didaerah atau lokalitas tertentu atau lingkungan sekitar.


2.   Sejarah nasional

           

(sumber: www.wikiedia.com)


Sejarah nasional adalah sebagai unit sejarah yang mengkaji negara nasional sebagai suatu unit kajian yang merupakan satu kesatuan nyata dan lazim dipelajari sendiri.


3.   Sejarah dunia


           

(sumber: www.wikiedia.com)


Sejarah dunia adalah pengkajian dari bangsa-bangsa atau negara-negara didunia.

Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik, dan penting.

 

    Peristiwa yang abadi

·         Peristiwa sejarah tidak berubah-ubah dan tetap dikenang sepanjang masa.

·         Peristiwa yang unik

·         Peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali dan tidak pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya.

·         Peristiwa yang penting

·         Peristiwa sejarah mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.

 B. Peranan Manusia dalam Sejarah

Manusia menjadi penggerak sejarah, perannya dalam peristiwa sejarah layaknya pemeran utama dalam drama. Seperti James Watt (penemu mesin uap) dan Thomas Alfa Edison (penemu lampu pilar), dan Niels Bohr (penemu partikel atom). Selain karena tindakan orang-orang besar, inovasi atau penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memengaruhi gerak sejarah seperti yang dilakukan para tokoh dunia di atas.

Sedangkan tokoh nasional dapat kita ambil dari negeri kita sendiri, seperti Sukarno dan Moh. Hatta yang merupakan tokoh penggerak sejarah Indonesia. Keduanya menjadi tokoh penting dalam kemerdekaan Indonesia karena menjadi wakil dari bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.

C.   Konsep Manusia, Ruang dan Waktu dalam Sejarah


       

(sumber: www.wikiedia.com)


Ruang adalah konsep yang paling melekat dengan waktu. Ruang merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa - peristiwa sejarah dalam perjalanan waktu. Penelaahan suatu peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang waktu terjadinya peristiwa tersebut. Jika waktu menitik beratkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek tempat, dimana peristiwa itu terjadi. Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan suatu masa yang final, terhenti, dan tertutup. Masa lampau itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. Sehingga, dalam sejarah, masa lampau manusia bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja, sebab sejarah itu berkesinambungan apa yang terjadi dimasa lampau dapat dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak dimasa sekarang dan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sejarah dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk perencanaan masa yang akan datang.

1. Konsep waktu mencakup 4 hal penting, yaitu :

·         Perkembangan : Suatu keadaan masyarakat dalam suatu periode tertentu dalam sejarah perkembangan dan disebabkan oleh kondisi yang terjadi sebelumnya.

·         Kesinambungan                :   Suatu kondisi terkadang tidak melahirkan kondisi baru, melainkan tetap di warisakan karena dianggap baik oleh suatu masyarakat.

·         Pengulangan     :   Fenomena yang pernah terjadi sebelumnya terulang kembali pada sesudahnya dan masa sekarang.

·         Perubahan        :   Masyarakat tang membentuk pratik yang baru dan beda sama sekali dengan praktik sebelumnya. Perubahan berdasarkan Sifatnya dibedakan menjadi 2 yaitu, perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tidak direncanakan.

2.                         2. Apa sih hubungannya konsep ruang dan waktu dalam sejarah?

Konsep ruang dan waktu merupakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu peristiwa dan perubahannya dalam kehidupan manusia sebagai subyek atau pelaku sejarah. Segala aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan dengan tempat dan waktu kejadian. Manusia selama hidupnya tidak bisa dilepaskan dari unsur tempat dan waktu karena perjalanan manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri pada suatu tempat dimana manusia hidup (beraktivitas).

Konsep waktu dalam sejarah meliputi dua hal, yaitu (1)  Proses kelangsungan dari suatu peristiwa dalam batasan waktu tertentu dan (2) Kesatuan kelangsungan waktu, yaitu pada waktu masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang. Agar lebih jelas dalam memahami tentang konsep ruang dan waktu dalam sejarah, perhaatikan contoh berikut. Peristiwa : Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekan Indonesia.

Unsur manusia atau pelaku peristiwa, Soekarno sebagai pembaca naskah, disebelahnya tampak Drs.Mohammad Hatta, dan sejumlah tokoh lainnya. Ruang, bahwa peristiwa tersebut berlangsung dihalaman rumah Soekarno di Jln.Pegangsaan Timur no.56, Jakarta. Adapun waktu, menyangkut kapan peristiwa tersebut berlangsung, yaitu tanggal 17 Agustus 1945.


Comments

Popular posts from this blog

Kerajaan-Kerajaan Maritim di Indonesia Pada Masa Hindu-Budha (SEJARAH PEMINATAN KLS XI IPS)

ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA PADA TAHUN 1948 - 1965

ABAD PENCERAHAN