SEJARAH INDONESIA KELAS XI
Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia - Sejak zaman dahulu Indonesia terkenal kaya akan rempah-rempah
yang merupakan barang dagangan penting di Eropa. Pada saat itu orang-orang
Eropa membeli rempah-rempah dari Indonesia di kota-kota dagang di sekitar Laut
Tengah, terutama di Konstantinopel.
a)
Jatuhnya Konstantinopel tahun 1453 ke tangan bangsa Turki.
b)
Kemajuan ilmu dan teknologi.
c)
Keinginan untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat
d) Adanya buku Imago Mundi yang menceritakan tentang
perjalanan Marcopolo ke dunia timur yang kaya akan rempah-rempah dan emas
e)
Adanya semangat Reconquesta: semangat pembalasan terhadap kekuasaan
Islam.
f)
Keinginan mencari daerah penghasil rempah-rempah.
Tujuan Kedatangan
Bangsa Barat ke Indonesia
1 Sebelum abad ke
18 ( Imperialisme Kuno )
Pada
saat itu kedatangan bangsa Eropa di dorong adanya semangat 3 G yaitu :
a)
Gold (kekayaan ) mencari logam mulia, emas dan
rempah-rempah.
b)
Gospel ( penyebaran agama Nasrani )
c)
Glory ( kejayaan ) mencari daerah jajahan sebanyak-banyaknya.
2. Setelah abad ke
18 ( Imperialisme Modern )
Imperialisme Modern mempunyai tujuan :
a)
Mendapatkan bahan baku industrinya
b)
Tempat / daerah pemasaran hasil industri
c)
Mendapatkan tenaga kerja yang murah
d)
Tempat menanamkan modal
Proses Kedatangan
Bangsa Eropa di Indonesia
Bangsa-bangsa Eropa yang berhasil menemukan dan sampai ke daerah
penghasil rempah-rempah adalah :
1. Bangsa Portugis
Dibawah pimpinan Vasco da Gama, bangsa portugis tahun 1498 sampai ke
Calicut ( India). Pada tahun 1511 Alfonso D’Albuquerque menguasai Malaka dan
pada tahun 1512 sampai di Maluku.
2. Bangsa Spanyol
Dibawah pimpinan Magelhans, bangsa Spanyol tiba di Maluku pada tahun
1521. Kedatangannya di Maluku mengakibatkan terjadinya persaingan dan
persengketaan dengan Bangsa Portugis. Untuk mengakhiri persaingan tersebut,
diadakan perjanjian Saragosa ( 1592 ) isinya : Portugis menguasai Maluku,
Spanyol menguasai Philipina.
3. Bangsa Inggris
Kedatangan bangsa Inggris di Asia dipelopori oleh EIC ( East Indian Company
) yang diberi hak untuk menangani perdagangan di Asia. Akan tetapi EIC tidak
berhasil menanamkan pengaruhnya di Indonesia.
4. Bangsa Belanda
Dibawah pimpinan Cornelis De Houtman, bangsa Belanda berhasil mendarat
di pelabuhan Banten pada tahun 1596, tetapi kedatangannya
tidak diterima oleh rakyat Banten. Ekspedisi ke 2 di pimpin Yacub Van
Neck dan berhasil membawa rempah-rempah sehingga mendorong kapal-kapal dagang
Belanda untuk datang ke Indonesia.
Untuk menghindari terjadinya persaingan sesama pedagang Belanda maka pada tahun 1602 di bentuklah VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) di Ambon. Sebagai Gubernur Jenderal diangkat Pieter Both. VOC punya hak istimewa ( Octroi ) yang berupa :
a) Hak
memonopoli perdagangan
b) Hak memiliki
tentara dan mendirikan Benteng
c) Hak
mengadakan perjanjian dengan penguasa / raja-raja setempat
Dalam rangka
menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku, VOC berusaha
melakukan monopoli perdagangan dengan mengeluarkan peraturan sebagai berikut :
a) Rakyat Maluku
di larang menjual rempah-rempah kepada pedagang lain kecuali VOC
b) Jumlah
tanaman rempah-rempah ditentukan oleh VOC
c) Tempat
menanam rempah-rempah ditentukan oleh VOC
Agar dalam pelaksanaan monopoli ditaati rakyat Maluku maka VOC melakukan
cara-cara sebagai berikut :
a) Pelayaran
Hongi yaitu pelayaran dengan menggunakan perahu kora-kora yang
dipersenjatai guna mengawasi pelaksanaan monopoli
b) Hak
Ekstirpasi yaitu hak untuk membinasaan tanaman rempah-rempah yang melebihi
ketentuan.
Pada tahun 1792 di Eropa terjadi perang Koalisi, Belanda saat itu memihak /
sekutu Prancis. Mulai saat itu kedudukan Belanda di Indonesia mulai mendapat
ancaman dari Inggris. Dibawah pimpinan Lord Minto sebagai Gubernur Jenderal
Inggris di Calcuta dikirimkanlah ekspedisi untuk merebut Indonesia dari
Belanda. Pada tahun 1811 Inggris berhasil merebut kekuasan Belanda di Indonesia
dan kekuasaan Iggrisada dibawah pimpinan Raffles.Berdasar Konvensi London (
Convention of London ) tahun 1814, Indonesia diserahkan kembali oleh Inggris
kepada Belanda. Tahun 1830
Pemerintah Kolonial Belanda mengalami kesulitan keuangan akibat perang
kemerdekaan Belgia dan perang Diponegoro. Oleh sebab itu Van Den Bosch
mengusulkan kebijakan yang disebut Cultuur Stelsel atau sistem tanam paksa.
Tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh pendapatan yang besar dengan mewajibkan
menanam tanaman dagang yang laku dan dibutuhkan dipasaran Eropa.
Adapun pokok-pokok sistem tanam paksa adalah :
a) Rakyat wajib
menyerahkan seperlima dari lahan garapannya untuk ditanami tanaman wajib yang
berkwalitas eksport
b) Lahan yang
disediakan wajib dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
c) Hasil panen
tanaman wajib harus diserahkan kepada pemerintah kolonial Belanda.Setiap
kelebihanhasil panen dari jumlah pajak akan diberikan kepada rakyat.
d) Tenaga dan
waktu yang diperlukan untuk menggarap tanaman wajib tidak boleh melebihi tenaga
dan waktu yang diperlukan untuk tanaman padi.
e) Mereka yang
tidak punya tanah wajib bekerja selama 66 hari setahun diperkebunan milik
pemerintah.
f) Kegagalan
panen tanaman wajib akan menjadi tanggung jawab pemerintah.
a) Rakyat lebih
banyak mencurahkan perhatian, tenaga, dan waktunya untuk mengurusi tanaman
wajib sehingga tidak sempat mengerjakan sawah.
b) Rakyat yang
tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi waktu yang ditentukan.
c) Jatah tanah
untuk tanaman wajib melebihi seperlima lahan garapan.
d) Setiap
kelebihan hasil panen tidak dibayarkan kemlai kepada rakyat.
e) Kegagaan
panen tanaman wajib tetap menjadi tanggung jawab rakyat.
1. Bagi Pemerintah Kolonial Belanda
a) Kesulitan
keuangan bisa diatasi
b) Pemerintah
Belanda menalami surplus dibidang keuangan
c) Perusahaan transportasi
Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) mendapat keuntungan melimpah.
2. Bagi rakyat Indonesia
a) Rakyat
dibeberapa daerah tertimpa bahaya kelaparan.
b) Banyak
penduduk yang melarikan diri meninggalkan desanya.
c) Terjadinya
kegagalan panen.
d) Jumlah penduduk
di Jawa berkurang.
Comments
Post a Comment