Aspek Globalisasi dan Iptek

 

sumber : www.wikipedia.com

Aspek-Aspek dalam Globalisasi

Aspek-aspek yang terjadi dalam globalisasi, meliputi bidang-bidang berikut;

  1. Globalisasi Politik
  2. Globalisasi Ekonomi
  3. Globalisasi Agama
  4. Globalisasi Hukum
  5. Globalisasi Sosial Budaya

Artikel Terkait;

  1. Pengertian Globalisasi, Teori, dan Prosesnya
  2. Faktor Penyebab Globalisasi dan Penjelasannya
  3. Permasalahan Sosial Akibat Globalisasi di Masyarakat dan Contohnya

Aspek Globalisasi dan Contohnya

Penjelasan mengenai berbagai aspek globalisasi beserta contohnya ini secara langkap adalah sebagai berikut;

Globalisasi Politik

Globalisasi politik adalah aspek globalisasi yang menyangkut pada sistem demokratisasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) yan identik dengan tingkat kekuasaan oleh penguasa. HAM menjadi isu utama dalam aspek ini, lantaran dengan adanya kebebasan pada manusia untuk bertindak perlu adanya kesimbangan yang menghargai setiap perbedaan-perbedaan di dalam kehidupan masyarakat.

Contoh mengenai aspek globalisasi politik misalnya dalam karakteristik negera berkembang yang membatas impor dan ekpor barang, hal tersebut dilakukan sebagai upaya mutlak untuk mengembangakan produk-produk lokal. Contoh lainnya, misalnya saja dalam pengembangan nuklir yang dilarang pada saat ini, hanya beberapa negara yang memiliki izin dari PBB. Alasan nuklir dibatasi penggunaannya secara politik untuk menghindari peperangan yang dapat menghancurkan keteraturan sosial dalam masyarakat dan juga dapat merusak pembangunan yang ada di suau negara.

Globalisasi Ekonomi

Globalisasi ekonomi merupakan pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sistem ekonomi global, baik menyangkut pasokan, permintaan transportasi, tenaga kerja, bahan mentah, distribusi, maupun pemasaran. Aspek globalisasi ekonomi ini menyangkut tentang Lembaga Ekspor dan Impor. Lembaga ekspor dan impor bergerak di bidang ketataniagaan internasional, baik sebagai penyedia jasa maupun pengatur ekspor impor. Lembaga tersebut menawarkan jasa di bidang keuangan, transportasi, uji kelayakan, perizinan, dan angkut barang.

Adapun lembaga ekspor dan impor antara lain Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ekspor lmpor, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank, Lembaga Sertifikasi Profesi Ekspor Impor Indonesia (LSE-EII), maskapai pelayaran, maskapai asuransi, dan surveyor.

Contoh aspek globalisasi ekonomi misalnya dalam bentuk kerja sama ekonomi internasional. Contoh kerja sama ekonomi internasional ini sendiri antara lain adalah sebagai berikut

  1. World Trade Organization (WTO), World Trade Organization (WTO) dibentuk pada tanggal 1 Januari 1995. Tugas WTO antara lain mendorong perdagangan bebas; menghilangkan hambatan perdagangan antarnegara; menyediakan forum perundingan perdagangan antarnegara; serta menyelesaikan sengketa dagang dan memantau keb ijakan perdagangan antarnegara.
  2. ASEAN Free Trade Agreement, ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) bertujuan meningkatkan daya saing ekonomi ASEAN di pasar global, menarik investasi asing, dan meningkatkan perdagangan antarnegara anggota ASEAN.
  3. Cina-ASEAN Free Trade Area (cina-AFrA), Pembentukan Cina—AFTA bertujuan meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi antarnegara anggota ASEAN dan Cina; meningkatkan keterbukaan terhadap dunia luar; meningkatkan daya saing pasar industri; serta meningkatkan kerja sama negara-negara anggota ASEAN dan Cina di bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, kesehatan, ekologi, dan sosial.

Selengkapnya, baca; Pengertian Globalisasi Ekonomi, Dampak, dan Contohnya

Globalisasi Agama

Globalisasi dalam kehidupan di dunia juga dapat menyentuh bagian yang sensitif daripada kehidupan manusia. Bagian tersebut adalah agama-agama, terutama yang berkaitan dengan norma, nilai, dan makna agama secara utuh, Termasuk di dalamnya adalah penyebaran agama-agama yang ada di dunia.

Contoh dalam kehidupan mengenai globalisasi agama ini misalnya saja adalah perkembangan dalam sejarah agama Islam yang hadir di Indonesia sebagai salah satu bentuk globalisasi yang mana pada saat itu penyebaran agama dilakukan melalui perdangan internasional. Awal mula sejarah Islam ini bisa dikatakan sebagai bagian daripada globalisasi agama.

Globalisasi Hukum

Globalisasi hukum adalah apek dalam pengenalan terhadap kenegaraan di bidang hukum sehingga dalam arti ini setiap negara dapat menemukan dan mengklaim sistem hukum nasional secara absolut. Artinya telah tenjadi proses saling memengaruhi antarsistem hukum dan tiap-tiap negara.

Contoh nyata dalam ranah aspek globalisasi hukum ini misalnya saja di Indonesia yang menganut tentang Demokrasi. Demokrasi yang dianut oleh Indonesia pada dasarnya adalah bagian daripada aspek hukum lantaran penyebarluasan pengerauh Amerika Serikat terhadap negara-negara diseluruh dunia.

Globalisasi Sosial Budaya

Perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal abad XX dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antanbangsa. Kebudayaan dalam ranah kehidupan aspek globalisasi ini memberi pengaruh besar disetiap kegiatan manusia.

Contoh yang dapat diberikan dalam gobalisasi sosial budaya, misalnya saja adalah pengenalan batik sebati kain khas Indonesia, yang ternyata pada saat ini batik sudah dikenal diseluruh dunia, dan banyak orang atau masyarakat bangga dengan menggunakan kain batik.

Globalisasi Teknologi

Aspek globalisasi yang paling domainan dalam kehidupan manusia adalah globalisasi teknologi dan ekonomi. Alasan ini sebutkan karena kedua hal ini menjadi pengaruh seluruh dunia untuk menerima perubahan sosial. Pengertian perubahan sosial ini adalah perubahan dalam setiap element kehidupan manusia yang berbeda dengan sebuelumnya. Selengkapnya, baca; “Perubahan Sosial” Pengertian, Proses, Teori, Bentuk, Faktor, dan Dampaknya

Contoh globalisasi teknologi misalnya saja adalah pengaruh poral berita yang dikoneksikan dengan website. Portal berita bisa dibaca oleh masyarakat diseluruh dunia, dengan adanya poral beita segala bentuk kabar dari Amerika, Eropa, dapat dengan mudah ditemukan dan di baca oleh orang Indonesia.

Dari penjelasan mengenai aspek globalisasi dalam kehidupan dan contohnya di atas, kesimpulannya dalam globalisasi ada konsekuensi yang harus diterima oleh masyarakat. Baik dampak positif dan negatif globalisasi. Hal ini pasti ada di setiap negara oleh karena diperlukan tindakan filtrasi yang tempat dalam mengatasi pengerah yang dapat merusak integrasi sosial dalam masyarakat.

Penjelasan tentang IPTEK

IPTEK adalah singkatan dari ‘ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan, definisi IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.

B. Berikut ini pengertian ilmu, pengetahuan & teknologi

Lalu kita bahas mengenai pengertian Ilmu, Pengetahuan dan teknologi:

Ilmu adalah pemahaman mengenai suatu pengetahuan, yang mempunyai fungsi untuk mencari, menyelidiki, lalu menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga yaitu merupakan suatu pengetahuan yang sudah teruji akan kebenarannya.

Pengetahuan adalah suatu yang diketahui ataupun disadari oleh seseorang yang didapat dari pengalamannya. Pengetahuan juga tidak dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncul disebabkan seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.

Teknologi adalah suatu penemuan melalui proses metode ilmiah, untuk mencapai suatu tujuan yang maksimal. Atau dapat diartikan sebagai sarana bagi manusia untuk menyediakan berbagai kebutuhan atau dapat mempermudah aktifitas.

Sarana transportasi sendiri mulai berkembang sejak penemuan roda sekitar tahun 3500 sebelum masehi. Pada masa itu, roda dibuat dari kayu yang sangaaat berat, sehingga perjalanan dengan sarana transportasi kala itu juga belum efisien seperti sekarang.

Roda yang sekarang sudah semakin ringan punya sejarahnya, lho, Squad.

 

Nah, transportasi pada umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu transportasi darat, udara, dan air. Mari kita bahas satu per satu biar ngerti.

Transportasi Darat

Transportasi darat sudah dikenal sejak zaman kuno. Ada banyak banget jenis transportasi darat pada masa itu seperti kuda tunggangan, kereta berkuda, gerobak, dan sepeda. Sayangnya, jenis-jenis transportasi darat di masa itu masih menggunakan tenaga hewan dan manusia untuk berpindah tempat.

Kendaraan dengan mesin baru muncul setelah abad ke-18. Tapi pada saat itu, mesin yang digunakan masih berupa mesin uap. Kendaraan bermesin uap ini mulai digunakan sejak 1870-an oleh tentara Prancis untuk mengangkut peralatan perang. Mesin uapnya juga masih terdiri dari tiga roda penggerak, kecepatannya cuma secepat manusia saat berjalan.

Kalau kendaraan bermesin uap dari abad ke-18 ini masih digunakan sebagai taksi online sekarang, abangnya mungkin akan dapat bintang 1 terus dari penumpangnya, disertai bonus sambatan, “Ealah, lambat bener ini mobil hei!”

Untungnya, satu dekade kemudian, mesin diesel ditemukan. Penemuan mesin diesel berbasis solar pada 1880-an menjadi tonggak sejarah penting bagi pengembangan kendaraan, yang dalam hal ini adalah mobil. Mesin diesel bikin bahan bakar yang digunakan pun jadi lebih efisien dan pergerakan mobil jadi lebih cepat.

Mobil yang tadinya bergerak cuma secepat manusia berjalan, sekarang sudah bisa diajak ngebut.

Sejak saat itu, mobil mulai banyak digunakan karena praktis dan bisa digunakan kapan saja untuk ke mana saja. Perkembangan industri mobil dipelopori oleh Henry Ford, yang pertama kali melakukan produksi massal mobil “murah”.

Nah, perkembangan mutakhir transportasi darat saat ini salah satunya adalah kereta api rel magnetik, atau yang dikenal sebagai Maglev (magnetic levitation), yang dirancang oleh seorang insinyur Inggris, Eric Laithwaife pada tahun 1950.

Transportasi Udara

Penemuan mesin bagi mobil membuat manusia ingin terus berinovasi, hingga akhirnya lahirlah teknologi mesin terbang.

Cikal bakal transportasi udara yang ada saat ini dimulai dari sebuah balon udara, lho, Squad. Pada tahun 1782, Joseph dan Jacques Etienne berhasil menerbangkan balon udara setinggi 300 meter untuk pertama kali. Setahun setelah itu, Etienne bersaudara menaikkan bebek, domba, dan ayam ke balon udara yang berhasil terbang setinggi 500 meter. Balon udara kemudian berkembang hingga bisa membawa manusia sebagai penumpang.

Perkembangan transportasi udara berikutnya ditandai dengan penemuan pesawat terbang yang dijuluki sebagai “Kitty Hawk”. Kala itu, pada tahun 1903, Orville dan Wilbur Wright merancang mesin pesawat terbang. Hingga akhirnya, rancangan pesawat terbang mereka bisa berguna mengangkut manusia maupun barang dengan jarak yang jauh secara cepat.

Belum puas dengan mesin pesawat yang dirancang Wright bersaudara, tepat pada tahun 1905 seorang insinyur bernama Henri Conda dari Rumania mengembangkan mesin pesawat jet. Prinsip kerja mesin jet yang diterapkan pada pesawat adalah menghisap udara dari bagian depan mesin dan mengeluarkannya dengan laju tinggi dari bagian belakang mesin. Barulah pada abad ke-20, pesawat berukuran besar seperti Airbus dan Boeing mulai digunakan untuk penumpang.

Transportasi Air

Berbeda dengan transportasi darat dan udara, transportasi air sering dianggap sebagai transportasi kelas dua oleh masyarakat dunia karena waktu tempuh dengan transportasi ini lebih lama dari transportasi udara. Walau begitu, transportasi air sangat berguna untuk perjalanan antarpulau yang dekat serta harganya lebih murah daripada transportasi udara.

Perkembangan transportasi air nggak lepas dari penemuan mesin uap oleh James Watt. James Watt telah menginspirasi Robert Fulton, yang membuat kapal uap pertama, dengan nama "Clermont". Penemuan kapal uap dapat memudahkan banyak orang menyeberangi lautan.

Selain kapal uap, ada pula kapal selam, yaitu kapal yang bergerak di bawah permukaan air yang umumnya untuk kepentingan militer. Sejarah kapal selam berawal sejak tahun 1500 masehi dan mulai muncul pada abad ke-19. Penemu kapal selam adalah Cornelis Drebbel. Kapal selam mulai terkenal sejak digunakan pada Perang Dunia I.

Ternyata transportasi juga punya sejarah yang panjang ya. Perkembangan transportasi punya berbagai dampak, lho. Dampak positifnya, manusia menjadi lebih mudah bepergian, pengiriman barang antarwilayah yang lebih cepat, dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Sementara itu, dampak negatifnya adalah makin banyaknya polusi udara, berkurangnya sumber daya alam untuk membuat kendaraan, sampai kemacetan.

 

Comments

Popular posts from this blog

Kerajaan-Kerajaan Maritim di Indonesia Pada Masa Hindu-Budha (SEJARAH PEMINATAN KLS XI IPS)

ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA PADA TAHUN 1948 - 1965

ABAD PENCERAHAN