Aspek Globalisasi dan Iptek
Aspek-Aspek dalam
Globalisasi
Aspek-aspek yang terjadi dalam globalisasi, meliputi
bidang-bidang berikut;
- Globalisasi
Politik
- Globalisasi
Ekonomi
- Globalisasi
Agama
- Globalisasi
Hukum
- Globalisasi
Sosial Budaya
Artikel Terkait;
- Pengertian Globalisasi, Teori, dan Prosesnya
- Faktor Penyebab Globalisasi dan Penjelasannya
- Permasalahan Sosial Akibat Globalisasi di
Masyarakat dan Contohnya
Aspek Globalisasi
dan Contohnya
Penjelasan mengenai berbagai aspek globalisasi beserta
contohnya ini secara langkap adalah sebagai berikut;
Globalisasi
Politik
Globalisasi politik adalah aspek globalisasi yang
menyangkut pada sistem demokratisasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) yan identik dengan
tingkat kekuasaan oleh penguasa. HAM menjadi isu utama dalam aspek ini,
lantaran dengan adanya kebebasan pada manusia untuk bertindak perlu adanya
kesimbangan yang menghargai setiap perbedaan-perbedaan di dalam kehidupan
masyarakat.
Contoh mengenai aspek globalisasi politik misalnya
dalam karakteristik negera berkembang yang membatas impor dan ekpor barang, hal
tersebut dilakukan sebagai upaya mutlak untuk mengembangakan produk-produk
lokal. Contoh lainnya, misalnya saja dalam pengembangan nuklir yang dilarang
pada saat ini, hanya beberapa negara yang memiliki izin dari PBB. Alasan nuklir
dibatasi penggunaannya secara politik untuk menghindari peperangan yang dapat
menghancurkan keteraturan sosial dalam masyarakat dan juga dapat merusak
pembangunan yang ada di suau negara.
Globalisasi
Ekonomi
Globalisasi ekonomi merupakan pengintegrasian ekonomi
nasional bangsa-bangsa ke dalam sistem ekonomi global, baik menyangkut pasokan,
permintaan transportasi, tenaga kerja, bahan mentah, distribusi, maupun
pemasaran. Aspek globalisasi ekonomi ini menyangkut tentang Lembaga Ekspor dan
Impor. Lembaga ekspor dan impor bergerak di bidang ketataniagaan internasional,
baik sebagai penyedia jasa maupun pengatur ekspor impor. Lembaga tersebut
menawarkan jasa di bidang keuangan, transportasi, uji kelayakan, perizinan, dan
angkut barang.
Adapun lembaga ekspor dan impor antara lain Lembaga
Sertifikasi Kompetensi (LSK) Ekspor lmpor, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
(LPEI) atau Eximbank, Lembaga Sertifikasi Profesi Ekspor Impor Indonesia
(LSE-EII), maskapai pelayaran, maskapai asuransi, dan surveyor.
Contoh aspek globalisasi ekonomi misalnya dalam bentuk
kerja sama ekonomi internasional. Contoh kerja sama ekonomi internasional ini
sendiri antara lain adalah sebagai berikut
- World Trade
Organization (WTO), World Trade Organization (WTO) dibentuk pada tanggal 1
Januari 1995. Tugas WTO antara lain mendorong perdagangan bebas;
menghilangkan hambatan perdagangan antarnegara; menyediakan forum
perundingan perdagangan antarnegara; serta menyelesaikan sengketa dagang
dan memantau keb ijakan perdagangan antarnegara.
- ASEAN Free
Trade Agreement, ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) bertujuan meningkatkan
daya saing ekonomi ASEAN di pasar global, menarik investasi asing, dan
meningkatkan perdagangan antarnegara anggota ASEAN.
- Cina-ASEAN
Free Trade Area (cina-AFrA), Pembentukan Cina—AFTA bertujuan meningkatkan
kerja sama perdagangan dan investasi antarnegara anggota ASEAN dan Cina;
meningkatkan keterbukaan terhadap dunia luar; meningkatkan daya saing
pasar industri; serta meningkatkan kerja sama negara-negara anggota ASEAN
dan Cina di bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, kesehatan,
ekologi, dan sosial.
Selengkapnya, baca; Pengertian Globalisasi Ekonomi, Dampak, dan Contohnya
Globalisasi Agama
Globalisasi dalam kehidupan di dunia juga dapat
menyentuh bagian yang sensitif daripada kehidupan manusia. Bagian tersebut
adalah agama-agama, terutama yang berkaitan dengan norma, nilai, dan makna
agama secara utuh, Termasuk di dalamnya adalah penyebaran agama-agama yang ada
di dunia.
Contoh dalam kehidupan mengenai globalisasi agama ini
misalnya saja adalah perkembangan dalam sejarah agama Islam yang hadir di
Indonesia sebagai salah satu bentuk globalisasi yang mana pada saat itu
penyebaran agama dilakukan melalui perdangan internasional. Awal mula sejarah
Islam ini bisa dikatakan sebagai bagian daripada globalisasi agama.
Globalisasi Hukum
Globalisasi hukum adalah apek dalam pengenalan
terhadap kenegaraan di bidang hukum sehingga dalam arti ini setiap negara dapat
menemukan dan mengklaim sistem hukum nasional secara absolut. Artinya telah
tenjadi proses saling memengaruhi antarsistem hukum dan tiap-tiap negara.
Contoh nyata dalam ranah aspek globalisasi hukum ini
misalnya saja di Indonesia yang menganut tentang Demokrasi. Demokrasi yang
dianut oleh Indonesia pada dasarnya adalah bagian daripada aspek hukum lantaran
penyebarluasan pengerauh Amerika Serikat terhadap negara-negara diseluruh
dunia.
Globalisasi
Sosial Budaya
Perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif
terjadi pada awal abad XX dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak
melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi
antanbangsa. Kebudayaan dalam ranah kehidupan aspek globalisasi ini memberi
pengaruh besar disetiap kegiatan manusia.
Contoh yang dapat diberikan dalam gobalisasi sosial
budaya, misalnya saja adalah pengenalan batik sebati kain khas Indonesia, yang
ternyata pada saat ini batik sudah dikenal diseluruh dunia, dan banyak orang
atau masyarakat bangga dengan menggunakan kain batik.
Globalisasi
Teknologi
Aspek globalisasi yang paling domainan dalam kehidupan
manusia adalah globalisasi teknologi dan ekonomi. Alasan ini sebutkan karena
kedua hal ini menjadi pengaruh seluruh dunia untuk menerima perubahan sosial.
Pengertian perubahan sosial ini adalah perubahan dalam setiap element kehidupan
manusia yang berbeda dengan sebuelumnya. Selengkapnya, baca; “Perubahan Sosial” Pengertian, Proses, Teori, Bentuk,
Faktor, dan Dampaknya
Contoh globalisasi teknologi misalnya saja adalah
pengaruh poral berita yang dikoneksikan dengan website. Portal berita bisa
dibaca oleh masyarakat diseluruh dunia, dengan adanya poral beita segala bentuk
kabar dari Amerika, Eropa, dapat dengan mudah ditemukan dan di baca oleh orang
Indonesia.
Dari penjelasan mengenai aspek globalisasi dalam
kehidupan dan contohnya di atas, kesimpulannya dalam globalisasi ada
konsekuensi yang harus diterima oleh masyarakat. Baik dampak positif dan negatif globalisasi. Hal ini pasti ada di setiap negara oleh karena
diperlukan tindakan filtrasi yang tempat dalam mengatasi pengerah yang dapat
merusak integrasi sosial dalam masyarakat.
Penjelasan tentang IPTEK
IPTEK adalah singkatan dari ‘ilmu pengetahuan dan
teknologi, yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan
ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan, definisi
IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik
itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun
perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.
B. Berikut ini pengertian ilmu, pengetahuan &
teknologi
Lalu kita bahas mengenai pengertian Ilmu, Pengetahuan
dan teknologi:
Ilmu adalah pemahaman mengenai suatu pengetahuan, yang mempunyai fungsi
untuk mencari, menyelidiki, lalu menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga yaitu
merupakan suatu pengetahuan yang sudah teruji akan kebenarannya.
Pengetahuan adalah suatu yang diketahui ataupun disadari oleh seseorang yang
didapat dari pengalamannya. Pengetahuan juga tidak dapat dikatakan sebagai
suatu ilmu karena kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncul disebabkan
seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.
Teknologi adalah suatu penemuan melalui proses metode ilmiah, untuk mencapai
suatu tujuan yang maksimal. Atau dapat diartikan sebagai sarana bagi manusia
untuk menyediakan berbagai kebutuhan atau dapat mempermudah aktifitas.
Sarana transportasi sendiri mulai
berkembang sejak penemuan roda sekitar tahun 3500 sebelum masehi. Pada masa
itu, roda dibuat dari kayu yang sangaaat berat, sehingga perjalanan dengan
sarana transportasi kala itu juga belum efisien seperti sekarang.
Roda yang sekarang sudah semakin
ringan punya sejarahnya, lho, Squad.
Nah, transportasi pada umumnya dibagi
menjadi tiga, yaitu transportasi darat, udara, dan air. Mari
kita bahas satu per satu biar ngerti.
Transportasi Darat
Transportasi darat sudah dikenal
sejak zaman kuno. Ada banyak banget jenis transportasi darat
pada masa itu seperti kuda tunggangan, kereta berkuda, gerobak, dan sepeda.
Sayangnya, jenis-jenis transportasi darat di masa itu masih menggunakan tenaga
hewan dan manusia untuk berpindah tempat.
Kendaraan dengan mesin baru muncul
setelah abad ke-18. Tapi pada saat itu, mesin yang digunakan masih berupa mesin
uap. Kendaraan bermesin uap ini mulai digunakan sejak 1870-an oleh tentara
Prancis untuk mengangkut peralatan perang. Mesin uapnya juga masih terdiri dari
tiga roda penggerak, kecepatannya cuma secepat manusia saat berjalan.
Kalau kendaraan bermesin uap dari
abad ke-18 ini masih digunakan sebagai taksi online sekarang,
abangnya mungkin akan dapat bintang 1 terus dari penumpangnya, disertai bonus
sambatan, “Ealah, lambat bener ini mobil hei!”
Untungnya, satu dekade kemudian,
mesin diesel ditemukan. Penemuan mesin diesel berbasis solar pada 1880-an
menjadi tonggak sejarah penting bagi pengembangan kendaraan, yang dalam hal ini
adalah mobil. Mesin diesel bikin bahan bakar yang digunakan pun jadi lebih
efisien dan pergerakan mobil jadi lebih cepat.
Mobil yang tadinya bergerak cuma
secepat manusia berjalan, sekarang sudah bisa diajak ngebut.
Sejak saat itu, mobil mulai banyak
digunakan karena praktis dan bisa digunakan kapan saja untuk ke mana saja.
Perkembangan industri mobil dipelopori oleh Henry Ford, yang pertama kali
melakukan produksi massal mobil “murah”.
Nah, perkembangan mutakhir
transportasi darat saat ini salah satunya adalah kereta api rel magnetik, atau
yang dikenal sebagai Maglev (magnetic
levitation), yang dirancang oleh seorang insinyur Inggris, Eric Laithwaife
pada tahun 1950.
Transportasi Udara
Penemuan mesin bagi mobil membuat
manusia ingin terus berinovasi, hingga akhirnya lahirlah teknologi mesin
terbang.
Cikal bakal transportasi udara
yang ada saat ini dimulai dari sebuah balon udara, lho, Squad.
Pada tahun 1782, Joseph dan Jacques Etienne berhasil menerbangkan balon udara
setinggi 300 meter untuk pertama kali. Setahun setelah itu, Etienne bersaudara
menaikkan bebek, domba, dan ayam ke balon udara yang berhasil terbang setinggi
500 meter. Balon udara kemudian berkembang hingga bisa membawa manusia sebagai
penumpang.
Perkembangan transportasi udara
berikutnya ditandai dengan penemuan pesawat terbang yang dijuluki sebagai
“Kitty Hawk”. Kala itu, pada tahun 1903, Orville dan Wilbur Wright merancang
mesin pesawat terbang. Hingga akhirnya, rancangan pesawat terbang mereka bisa
berguna mengangkut manusia maupun barang dengan jarak yang jauh secara cepat.
Belum puas dengan mesin pesawat
yang dirancang Wright bersaudara, tepat pada tahun 1905 seorang insinyur
bernama Henri Conda dari Rumania mengembangkan mesin pesawat jet. Prinsip kerja
mesin jet yang diterapkan pada pesawat adalah menghisap udara dari bagian depan
mesin dan mengeluarkannya dengan laju tinggi dari bagian belakang mesin.
Barulah pada abad ke-20, pesawat berukuran besar seperti Airbus dan Boeing
mulai digunakan untuk penumpang.
Transportasi Air
Berbeda dengan transportasi darat
dan udara, transportasi air sering dianggap sebagai transportasi kelas dua oleh
masyarakat dunia karena waktu tempuh dengan transportasi ini lebih lama dari
transportasi udara. Walau begitu, transportasi air sangat berguna untuk
perjalanan antarpulau yang dekat serta harganya lebih murah daripada
transportasi udara.
Perkembangan transportasi air nggak
lepas dari penemuan mesin uap oleh James Watt. James Watt telah menginspirasi
Robert Fulton, yang membuat kapal uap pertama, dengan nama
"Clermont". Penemuan kapal uap dapat memudahkan banyak orang
menyeberangi lautan.
Selain kapal uap, ada pula kapal
selam, yaitu kapal yang bergerak di bawah permukaan air yang umumnya untuk
kepentingan militer. Sejarah kapal selam berawal sejak tahun 1500 masehi dan
mulai muncul pada abad ke-19. Penemu kapal selam adalah Cornelis Drebbel. Kapal
selam mulai terkenal sejak digunakan pada Perang Dunia I.
Ternyata transportasi juga punya
sejarah yang panjang ya. Perkembangan transportasi punya berbagai dampak, lho.
Dampak positifnya, manusia menjadi lebih mudah bepergian, pengiriman barang
antarwilayah yang lebih cepat, dan mempercepat pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, dampak negatifnya adalah makin banyaknya polusi udara,
berkurangnya sumber daya alam untuk membuat kendaraan, sampai kemacetan.

Comments
Post a Comment