DAMPAK KOLONIALISME DAN IMPERIALSME
DAMPAK KOLONIALISME DAN
IMPERIALSME
Kolonialisme atau penjajahan
merupakan sebuah sistem di mana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya
negara lain, tetapi masih berhubungan dengan negara asal.
Sejarah kolonialisme bangsa
Eropa dibagi dalam tiga tingkat, yakni:
1. Abad ke-15 sampai Revolusi
Industri pada 1763, menunjukkan kemunculan kuasa Eropa seperti Spanyol dan
Portugis.
2. Setelah Revolusi Industri
sampai 1870-an.
3. Mulai dari 1870-an sampai 1914
pada saat Perang Dunia I, merupakan titik klimaks pertikaian kuasa-kuasa
imperialis.
Sedangkan imperialisme adalah
sebuah kebijakan di mana negara besar bisa memegang kendali atau pemerintahan
atas daerah lain agar negara itu bisa dipelihara atau berkembang. Contoh
imperialisme ilaha ketika sebuah negara menaklukkan atau menempati tanah-tanah
itu.
Bentuk-bentuk Kolonialisme
1. Koloni Eksploitasi, yaitu
penguasaan suatu daerah atau wilayah untuk diperas habis tenaga penduduknya
dengan cara kerja paksa atau kerja rodi. Tak hanya penduduk, sumber daya
alamnya pun diambil untuk kepentingan negara yang melakukan koloni.
2. Koloni penduduk, yaitu
penguasaan suatu daerah atau wilayah baru dengan cara mengusir masyarakat
pribumi yang kemudian digantikan oleh pendatang, sehingga membuat penduduk
pribumi terabaikan.
3. Koloni deportasi, yaitu suatu
daerah atau wilayah koloni yang dijadikan sebagai tempat untuk membuang
narapidana yang tidak dapat tertangani oleh pemerintah. Kebanyakan narapidana
yang punya hukuman seumur hidup. Mereka juga dijadikan tenaga kerja tanpa
diberikan bayaran sebagai ganti dari keharusan pemerintah memberi makan mereka
seumur hidup.
4. Kolonialisme kelebihan
penduduk, yaitu bentuk kolonialisme di mana penguasaans uatu daerah atau
wilayah ditujukan untuk menampung kepadatan penduduk.
5. Kolonialisme sekunder, yaitu
bentuk kolonialisme di mana daerah yang dikuasai akan dijadikan sebagai
kepentingan militer atau strategi perang.
Bentuk Imperialisme
Setelah membahas bentuk-bentuk
kolonialisme, sekarang kita bahas yuk apa saja bentuk-bentuk imperialisme.
Simak selengkapnya di bawah ini, ya.
1.
Berdasarkan waktu munculnya
§ Imperialisme kuno (ancient
imperialism) ialah imperialisme yang terjadi kurang lebih sejak 1500 M yang
berlangsung pada zaman kuno sampai zaman pertangahan. Semboyan dari masa ini
ialah 3G, yakni gold (mendapatkan kekayaah), glory (mencapai
kejayaan), dan gospel (menyebarkan agama).
Imperialisme ini dipelopori oleh Portugal dan Spanyol.
§ Imperialisme modern (modern
imperialism) ialah imperialisme yang terjadi pada saat awal revolusi
industri (1500 M) sampai dengan akhir Perang Dunia II pada 1942.
§ Imperialisme ultramodern
(neokolonialisme) ialah imperialisme yang berlangsung setelah Perang Dunia II
sampai sekarang. Imperialisme ini lebih mengutamakan penguasaan ideologi,
mental, dan psikologi.
2.
Berdasarkan tujuan penguasaannya
§ Imperialisme politik ialah
bentuk imperialisme di mana penjajah menguasai seluruh kehidupan politik dari
negara lain.
§ Imperialisme ekonomi, bertujuan
untuk menguasai bidang perekonomian dari negara yang dikuasai
§ Imperialisme kebudayaan,
dilakukan dengan menanamkan nilainilai kebudayaan ke negara yang dijajah.
§ Imperialisme militer ialah
suatu bentuk imperialisme di mana penguasaan suatu daerah ditujukan guna
kepentingan perang.
Perbedaan dan Persamaan Kolonialisme dan Imperialisme
|
Kolonialisme |
Imperialisme |
|
Bertujuan untuk menguras
habis sumber daya alam yang ada dari negara yang bersangkutan untuk dibawa ke
negara induk. Konsep penting dari
kolonialisme ialah terjadinya perpindahan penduduk dari daerah asal ke daerah
jajahan. |
Bertujuan untuk menanamkan
pengaruh pada semua bidang kehidupan negara yang bersangkutan dengan
mengajarkan bangsa yang dijajahnya untuk berbudaya dan memiliki cara hidup
yang sama dengan negara induk. |
|
Contohnya negara Indonesia,
di mana Belanda membentuk kota Batavia sebagai tempat tinggal bangsa Eropa
yang terpisah dari bumiputera. |
Contohnya yaitu imperialisme
Inggris di Malaysia dan Singapura. |
Adapun persamaan kolonialisme
dan imperialisme adalah membuat negara yang dijajah semakin sengsara dan menderita
(terpuruk) dan membuat negara yang menjajah semakin makmur.
Dampak Kolonialisme dan
Imperialism
1.
Dampak di bidang politik
§ Daendels atau Raffles telah
meletakkan dasar pemerintahan yang modern. Semua Bupati dijadikan pegawai
negeri dan digaji (dibayar), sedangkan menurut adat-istiadat kedudukan bupati
adalah turun-temurun dan mendapatkan upeti dari rakyat. Pada masa ini Bupati
dijadikan sebagai alat kekuasaan pemerintah kolonial. Pamong praja yang dahulu
berdasarkan garis keturunan berubah menjadi sistem kepegawaian.
§ Jawa dijadikan sebagai tempat
pusat pemerintahan dan membaginya menjadi wilayah prefektur.
§ Pada awalnya hukum yang
digunakan adalah hukum adat, namun berubah menjadi hukum barat modern.
§ Belanda dan Inggris melakukan
campur tangan terhadap persoalan kerajaan. Hal ini menyebabkan peranan elite
kerajaan berkurang dalam politik serta berakibat pada keruntuhan kekuasaan pribumi.
2.
Dampak di Bidang Sosial
§ Pembentukan status sosial di
mana bangsa Eropa menduduki status sosial tertinggi, kemudian Asia dan Timur
Jauh, dan untuk status yang terakhir ditempati bagi kaum pribumi.
§ Terjadinya pemerasan dan
penindasan secara kejam.
§ Wilayah Indonesia yang
dikelilingi laut menyebabkan kehidupan masyarakat cenderung berkembang ke
pedalaman. Terjadinya kemunduran perdagangan di laut ini kemudian memunculkan
budaya feodalisme di pedalaman. Dengan adanya feodalisme, rakyat pribumi
dipaksa patuh pada tuan tanah bangsa Barat atau Timur Asing sehingga kehidupan
penduduk pribumi menurun.
3.
Dampak di Bidang Ekonomi
§ Perkebunan di Jawa terus
berkembang dan maju, tetapi di Sumatra mengalami kesulitan untuk mendapatkan
tenaga kerja sehingga dilakukan program transmigrasi.
§ Eksploitasi ekonomi dan
monopoli dagang VOC menyebabkan perdagangan Nusantara mengalami kemunduran di
dunia internasional. Peran syahbandar pun diganti oleh pejabat Belanda.
§ Belanda membangun rel kereta
api dengan maksud memperlancar perdagangan.
§ Kebijakan tanam paksa sampai
sistem ekonomi liberal menjadikan Indonesia sebagai penghasil bahan mentah.
Bangsa Belanda sebagai eksportir dan sebagai perantara yaitu orang timur asing
terutama Tiongkok, sedangkan bangsa Indonesia hanya sebagai pengecer.
§ Pengusaha dari kalangan pribumi
dengan modal kecil kalah bersaing dengan pedagang besar karena pintu politik
terbuka.
4.
Dampak di Bidang Budaya
§ Imperialisme dan koloniaisme
membuat peranan politik para elite yang merosot menjadikan raja atau bangsawan
mengalihkan perhatiannya ke bidang seni dan budaya.
§ Perlakuan Belanda untuk
menghilangkan kedudukan menurut adat penguasa pribumi membuat mereka menjadi
pegawai pemerintah, membuat jatuhnya kewibawaan tradisional penguasa pribumi.
§ Masuknya agama Katolik dan
Protestan di Indonesia.

Comments
Post a Comment