SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK - EKONOMI INDONESIA PADA MASA REFORMASI
Reformasi lahir setelah negara kita ini mengalami krisis yang
melanda berbagai aspek, muai dari kehidupan, ekonomi, politik, hukum,
kepercayaan, dan yang parahnya lagi adalah krisis kebutuhan pokok. Karena pada
masa orde baru itu Indonesia mengalami krisis yang cukup parah, akhirnya
muncullah gerakan-gerakan mahasiswa dan masyarakat lainnya yang meminta
Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya.
Setelah Soeharto mundur, jabatan presiden diserahkan kepada
wakilnya, yaitu B.J Habibie. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pasal 8 UUD
1945. Setelah naiknya Habibie sebagai presiden, kondisi politik dan ekonomi pun
kian berubah. Proses dan penerapan demokrasi di Indonesia mulai membaik.
Presiden dipilih berdasarkan pemilu dalam skala 5 tahun sekali, dan semua
masyarakat memiliki hak memilihnya.
1. Masa Pemerintahan B.J. Habibie
Presiden ketiga Republik Indonesia ini hanya menjabat
sebentar lho, Ia menjabat selama 1 tahun 5 bulan. Kok sebentar
banget? Soalnya nih, bapak presiden kita yang terkenal dengan kejeniusannya
ini, pada saat itu dianggap sebagai perpanjangan tangan rezim orde baru. Jadi,
rakyat menuntut Habibie untuk segera melakukan pemilihan umum
Meskipun sebentar, kepemimpinan Pak Habibie keren banget lho.
Bayangin deh, dalam waktu singkat pemerintahannya berhasil
menyelamatkan krisis moneter yang terjadi pada masa orde baru. Dan
pemerintahannya membentuk kabinet reformasi pembangunan. Kemudian
menelurkan beberapa kebijakan di bidang politik dan ekonomi.
Nah, berikut inilah upaya-upaya bidang politik yang
dilakukan oleh pemerintahan Habibie:
- Mengganti 5 paket undang-undang
dan 3 di antaranya diubah agar lebih demokratis
- Kebebasan rakyat dalam menyalurkan
aspirasi
- Melakukan pencabutan terhadap
pembredelan pers
- Jejak pendapat wilayah Timor-timur
- Memberikan abolisi (Hak kepala
Negara untuk menghapuskan hak tuntutan pidana) kepada 18 tahanan dan
narapidana politik (orang-orang yang pernah mengkritik presiden).
- Pengurangan jumlah anggota ABRI di
MPR, dari 75 orang menjadi 38 orang.
- Polri memisahkan diri dari ABRI
menjadi Kepolisian RI. Istilah ABRI berubah menjadi TNI.
Selain upaya dalam bidang politik, ada juga upaya yang dilakukan
dalam bidang ekonomi, di antarnya:
- merekapitulasi perbankan dan
menurunkan inflasi,
- merekonstruksi perekonomian
nasional,
- melikuidasi bank-bank bermasalah,
- membentuk Badan Penyehatan
Perbankan Nasional
- menaikkan nilai tukar rupiah
terhadap dolar AS hingga dibawah Rp 10.000,-
- mengesahkan UU No. 5 tahun 1999
tentang larangan praktik monopoli atau persaingan tidak sehat
- mengesahkan UU No. 8 tahun 1999
tentang perlindungan konsumen
2. Masa Pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Kamu tahu kan kalau Gus Dur itu adalah presiden RI ke-4? Tahu dong
harusnya. Nah Gus Dur menjabat mulai dari tahun 1999 sampai 2001. Terpilihnya
Gus Dur sebagai presiden tidak terlepas lho dari peran MPR
yang pada saat itu menolak laporan pertanggungjawaban Presiden Habibie.
Akhirnya, Gus Dur terpilih deh jadi presiden melalui dukungan
partai-partai islam yang menjadi poros tengah. Sedangkan wakilnya, dimenangkan
oleh Megawati Soekarnoputri yang berhasil mengalahkan Hamzah Haz. Kemudian
dilantik pada 21 Oktober 1999.
Setelah menjabat, pemerintahan Presiden Gus Dur mengelurkan
beberapa kebijakan politik, beberapa di antarnya adalah:
- Departemen Penerangan dibubarkan,
dianggap mengganggu kebebasan pers.
- Departemen Sosial dibubarkan,
dianggap sebagai sarang korupsi.
- Menyetujui penggantian nama Irian
Jaya menjadi Papua pada akhir Desember 1999.
- Masyarakat etnis Tionghoa
diperbolehkan untuk beribadah dan merayakan tahun baru imlek.
- Diumumkannya nama-nama menteri
Kabinet Persatuan Nasional yang terlibat KKN.
- Pencabutan peraturan mengenai
larangan terhadap PKI dan penyebaran Marxisme dan Leninisme.
- Membekukan MPR dan DPR.
Pada masa pemerintahan Gus Dur, kondisi perekonomian Indonesia
mulai membaik nih dibandingkan era sebelumnya. Misalnya nih, laju pertumbuhan
PDB (nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi negara) mulai positif,
laju pertumbuhan ekonomi yang hampir mencapai 5% membuat Indonesia menuju
pemulihan perekonomiannya.
Tapi , ternyata banyak lho pihak yang tidak
senang dengan beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh Gus Dur. Banyak yang
menganggap kebijakan Gus Dur terlalu sering menuai kontroversi. Hingga
mengakibatkan kredibilitas Gus Dur perlahan-lahan menurun.
Nah oleh sebab itu, kepemimpinan Gus Dur tidak berlangsung lama.
Ia harus mundur dari jabatannya pada 23 Juli 2001. Puncak jatuhnya itu ketika
MPR yang saat itu dipimpin oleh Amin Rais, atas usulan DPR mempercepat sidang
istimewa MPR. MPR menilai Presiden Gus Dur melanggar Tap. No. VII/MPR/2000 dan
atas kebijakan-kebijakannya yang kontroversial. Setelah Gus Dur lengser,
kemudian jabatan presiden digantikan oleh wakilnya, yaitu Megawati
Soekarnoputri.
Sejak saat itu, pemilihan presiden kemudian dilakukan setiap 5
tahun sekali . Setelah Megawati selesai menjabat, terpilihlah Soesilo Bambang
Yudhoyono (SBY) dengan menjabat selama 2 periode. Setelah SBY selesai menjabat,
selanjutnya adalah Joko Widodo (Jokowi) yang sampai hari ini masih menjabat
sebagai Presiden Republik Indonesia.



Comments
Post a Comment