Posts

PENJAJAHAN EROPA DI INDONESIA

  Ada beberapa negara yang melakukan penjajahan terhadap negara-negara lain. Tujuan menjajah sudah sangat jelas, yaitu ingin menguasai dan memperluas wilayah kekuasaan. Banyak dari negara-negara jajahan yang terus dikeruk sumber dayanya, baik alam maupun manusia. Dengan begitu, negara penjajah semakin kuat dengan menguasai tempat-tempat vital atau strategis dari suatu wilayah. Awal munculnya keinginan untuk menguasai daerah lain itu ketika jatuhnya Konstantinopel.  Konstantinopel adalah tempat yang strategis untuk berdagang dan   Turki Usmani ingin menaklukkannya . Akibatnya, para pedagang dan pembeli tidak bisa lagi masuk ke kota tersebut. Turki Usmani adalah sebutan untuk para penguasa dan militer kesultanan Turki, sedangkan Konstantinopel merupakan ibu kota Kekaisaran Romawi sekaligus kota terbesar dan termakmur di Eropa. Setelah ditaklukkannya Konstantinopel, bangsa Eropa menjadi bingung harus mencari ke mana untuk memenuhi komoditas rempah-rempah , padahal di masa i...

JARINGAN KEILMUAN DI NUSANTARA

 JARINGAN KEILMUAN DI NUSANTARA Berdirinya kerajaan-kerajaan Islam sebagai pusat-pusat kekuasaan Islam sangat berpengaruh dalam proses islamisasi di Indonesia, yaitu sebagai suatu wadah yang dapat mempermudah penyebaran Islam di Indonesia. Ketika kekuasaan politik Islam semakin kokoh dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam, pendidikan semakin memperoleh perhatian, karena kekuatan politik digabungkan dengan semangat para mubaligh untuk mengajarkan Islam merupakan penunjang yang mempercepat tersebarnya Islam ke berbagai wilayah di Indonesia. Berdirinya kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudera Pasai, Aceh Darussalam, Minangkabau, Palembang, Demak, Cirebon, Banten, Pajang, Mataram, Gowa-Tallo, Bone, Ternate, Tidore, Banjar, dan lain-lain sangat berpengaruh terhadap perkembangan Islam selanjutnya.   Perkembangan lembaga pendidikan dan pengajaran di masjid-masjid kesultanan ditentukan oleh dukungan penguasa. Sultan bukan saja mendanai kegiatan-kegiatan masjid, tetapi juga menda...

Politik Etis,Pers Membawa Kemajuan dan Kebangkitan Nasionalisme

Image
  Politik Etis,Pers Membawa Kemajuan dan Kebangkitan Nasionalisme. Politik etis atau politik balas budi adalah suatu gagasan yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi. Balas budi dipandang sebagai hal yang harus ditunaikan karena telah sekian waktu lamanya Belanda memperoleh keuntungan dari tanah Hindia Belanda sedangkan rakyat pribumi boleh dikatakan menderita kesengsaraan, salah satunya adalah akibat adanya tanam paksa. Politik etis terlahir karena ada perselisihan paham yang melatarbelakanginya. Ada konflik antara golongan humanis dan golongan liberal di parlemen Belanda. Conrad Theodor Van Deventer lah yang menjadi salah satu pelopor dari diberlakukannya politik etis. Van Deventer adalah seorang ahli hukum. Melalui tulisan berjudul “Een eereschuld” (hutang kehormatan) yang dipublikasikan di koran De Gids pada tahun 1899, Van Deventer seolah menampar keras-keras pipi Belanda yang telah sekian waktu lamanya menghisap ke...

Pers Membawa Kemajuan.

Image
  Pers Membawa Kemajuan. Dalam sejarah perkembangannya pers Indonesia tidak bisa dilepaskan dari situasi masyarakat kolonial pada waktu itu. Munculnya pers di Indonesia bermula dari perkembangan sejarah pers Belanda sampai akhir abad ke-19 di Hindia Belanda. Kemudian menginjak awal abad ke-20 adalah sebuah awal pencerahan bagi perkembangan pergerakan di Indonesia yang ditandai dengan munculnya koran. Pada awal abad ke-20, para priyayi baru menuangkan gagasannya melalui pers (media cetak) mengenai isu-isu perubahan. Pers merupakan sarana berpartisipasi dalam gerakan emansipasi, kemajuan dan pergerakan nasional. Pada dekade itu ditandai dengan jumlah penerbitan surat kabar berbahasa Melayu yang mengalami peningkatan. Orang-orang pertama yang aktif dalam dunia pers saat itu adalah orang Indo seperti H.C.O. Clockener Brousson dari Bintang Hindia, E.F Wigger dari Bintang Baru, dan G. Francis dari Pemberitaan Betawi. Dalam perkembangan kemudian kaum bumiputra juga mengambil bagian. Pener...

Kerajaan Batu Kapur

Image
  Kerajaan Kota Kapur Kerajaan Kota Kapur adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu beraliran  Waisnawa  yang terletak di pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Hingga saat ini penelitian terhadap situs Kota Kapur masih terus dilakukan untuk merekonstruksi kehidupan masa lampau di kerajaan tersebut. Arkeolog yang melakukan penelitian di situs tersebut tahun 1994 M mengungkapkan bahwa Kerajaan Kota Kapur ditengarai sebagai cikal bakal Kerajaan Sriwijaya yang tersohor. Sejarah Kerajaan Kota Kapur Kerajaan Kota Kapur diperkirakan pada abad 5 – 6 M yang dibuktikan dengan ditemukan empat buah Arca Wisnu dengan gaya arsitektur ( langgam ) pre-Angkor. Bukti lain yang menguatkan adalah hasil dari proses analisa terhadap   carbon dating   benteng di situs Kota Kapur yang menunjukkan angka 532 M. Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi Kerajaan Kota Kapur lebih dulu ada daripada Kerajaan Sriwijaya yang berdirinya tahun 650 M dan  tergantikan oleh Kerajaan Dharmasraya . Na...

Struktur Politik Ekonomi Indonesia Pada Masa Reformasi

  Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa Pancasila adalah dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia. Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu panca yang berarti lima, dan sila yang berarti dasar. Pancasila sebagai dasar negara memiliki perkembangan dari tiap periode dengan pemimpin yang berbeda pula. Dalam perwujudannya, Pancasila selalu mengalami pasang-surut. Di artikel kali ini, kita akan membahas penerapan Pancasila di Indonesia dari masa ke masa. Kita akan membaginya menjadi tiga rentang waktu, yaitu Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Orde Lama (1945-1966) Pada masa orde lama, Indonesia menjalani proses peralihan dari masyarakat terjajah menjadi masyarakat merdeka. Saat itu adalah proses pencarian penerapan bentuk Pancasila. Orde lama terjadi pada tiga periode berbeda yaitu periode 1945-1950, periode 1950-1959, serta periode 1959-1966. Di tahun 1945-1950, Indonesia sebagai negara peralihan dari bangsa terjajah menjadi bangsa yang merdeka menj...